“SARANTAU SASURAMBI”

MOTTO PEMDA SOLOK SELATAN

“SARANTAU SASURAMBI”

Gambardan Latar Belakang Pencetusannya.

Oleh : Ir. Gamal Yusaf, Sutan Batuah

Dalam era Otonomi daerah, terbuka lebar wacana untuk Pemekaran Wilayah baru di Indonesia. Seperti Kabupaten Solok dimekarkan menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Solok (wilayah bagian utara) dan Kabupaten Solok Selatan (wilayah bagian selatan). Sudah tentu munculnya Kabupaten baru ini dengan sendirinya diperlukan identitas diri semacam Logo atau Slogan (Motto) untuk memudahkan mengingat dan membedakan dengan wilayah induk. (Kabupaten sebelumnya).

Logo atau simbul dari sebuah Kabupaten harus menggambarkan secara global dari Kabupaten yang baru tersebut, demikian pula Slogan atau Motto, mengandung Missi dan semangat yang diemban untuk membangun dan mengisi program-program Pemerintah kedepan.

Lahirnya Kabupaten Solok Selatan, adalah sebuah cita-cita masyarakat dan tokoh yang berasal dari wilayah Kabupaten Solok bagian Selatan mulai dari Kecamatan Lembah Gumanti, Kecamatan Pantai Cermin, Kecamatan Sungai Pagu dan Kecamatan Sangir, baik yang berada di kampung maupun yang berada di perantauan. Saat itu mereka sebut secara umum dengan nama Sailiran Batang Hari.

Dengan perjuangan yang alot bahkan terjadi tarik ulur antara Pemerintah Pusat, Propinsi dan Kabupaten Solok sendiri dengan Panitia Pemekaran (independen). Akhirnya lahirlah Kabupaten Solok Selatan Walau dua Kec. Lembah Gumanti dan Kec. Pantai Cermin tidak termasuk kedalam Kab. Solok Selatan ini. Secara yuridis ditandai dengan terbitnya Undang-undang Mendagri No. 38 tahun 2003 tanggal 07 Januari 2003. Mendagri menunjuk seorang Bupati PLT untuk mempersiapkan pemilihan Bupati Defenitif melalui PILKADAL, yaitu Bpk. H. Aliman Salim (Alm) yang kemudian dilanjutkan / diperpanjang oleh Bpk. Drs. Marzuki Onmar sehingga terpilih Bupati I Kab. Solok Selatan Drs. H. Syfrijal J, M.Si dengan wakilnya H. Nurfirmanwansyah.

Waktu pimpinanan Bpk. Drs. H.  Aliman Salim (Alm), beliau mengadakan Sayembara Rancang Logo dan Motto Kabupaten yang diikuti oleh perancang / designer umum baik dari warga Solok Selatan dan dari luar Solsel.

Sesuai dengan Surat edaran dari PEMDA SOLSEL yang kami terima saat itu via Ketua Umum IKASUPA Jakarta, kami langsung mengirimkan beberapa design logo dan motto yang disyaratkan dalam surat edaran tersebut. Menurut informasi dari Bpk. Drs. Yusrizal Salta, yang menjabat sebagai Asisten I Bupati Solsel sa’at itu, menyampaikan bahwa sayembara sudah selesai berlangsung dengan sukses, beberapa peserta terpilih yang memenuhi kriteria penilaian sebanyak 10 orang, rancangan kami termasuk dalam kelompok 10 besar urutan ke 5 (lima). Kemudian dari 10 besar rancangan ini akan di rancang ulang sebuah Logo dengan mengakomodir dari rancangan terpilih.

Kalau diperhatikan, diperbandingkan secara umum design logo Kab. SOLSEL sekarang mengacu kepada rancangan yang kami ikutkan, terutama pada Motto SARANTAU SASURAMBI yang pasti diambil dari rancangan yang kami kirim.

Design Logo Solsel Yang katanya mengacu kepada ke 10 rancangan tersebut menggambarkan secara umum Alam, Budaya dan Sejarah, Ekonomi, Potensi Alam dan Ideologi masyarakat Solsel yaitu masyarakat Alam Surambi Sungai Pagu dan Rantau XII Koto.

Motto/Slogan “SARANTAU SASURAMBI” ini muncul berawal dari slogan IKASUPA Jakarta dalam rangka Halal bi Halal bersama IKAR XII KOTO pada tahun 2004 yang lalu, dimana Slogannya adalah SARANTAU SAPARINDUAN, yang berarti, sama-sama hidup di rantau (JABODETABEK) dan berasal dari wilayah yang sama yaitu Alam Surambi Sungai Pagu dan Rantau XII Koto (Solok Selatan), menjalin silaturrahim yang erat di perantauan.

Kata “SARANTAU SASURAMBI” berasal dari kata ‘rantau’ dan ‘surambi’ dengan imbuhan awalan ‘sa’ menjadi ‘sarantau sasuarambi’. Pada bahasa Minangkabau awalan ‘sa’ yang terletak pada awal suku kata lain, maka berarti menyatakan satu atau bersama-sama, seperti kata pepatah, sa ciok bak ayam, sa danciang bak basi, sa hino sa malu, sa adat sa limbago dan seterusnya. Jadi dalam slogan Sa Rantau Sa Surambi mengandung arti bahwa Masyarakat Solok Selatan adalah merupakan satu kesatuan yang terdiri dari dua wilayah adat Alam Surambi Sungai Pagu dan Rantau XII Koto dan dua Kecamatan Besar Kec. Sungai Pagu dan Kec. Sangir. Bersama-sama membangun Kabupaten Solok Selatan dan masyarakatnya yang berkeadilan, makmur, aman, sentosa, baik Sosial, Budaya, Ekonomi dan Keamanan. sehingga dapat berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan kabupaten lain di Indonesia. Kedua wilayah adat tersebut adalah sama-sama didalam Alam Minangkabau, Alam Surambi Sungai Pagu merupakan Surambinya Minangkabau sedangkan Rantau XII Koto merupan wilayah rantaunya Minangkabau. Maka dari dua ragam budaya dan wilayah administrasi ini dapat disatukan visi dan missinya menjdi satu Kabupaten Pemekaran dari Kabupaten Solok menjadi Kabupaten yang (untuk sementara) diberi nama Kabupaten Solok Selatan.

Dengan semangat “Sarantau Sasurambi” inilah Pemda Kab. Solok Selatan dan Masyarakatnya baik yang berada di Solok Selatan maupun yang berada di Perantauan bersatu dan bersinergi dalam rangka membangun dan mengisi “Kemerdekaan” ini dengan hal-hal yang positif, dalam mewujudkan cita-cita pendahulu kita yang telah berjuang dari lebih 50 tahun yang lalu untuk bisa berdiri sendiri, agar terangkat kepermukaan dari keterbelakangan, terisolir, termarginalkan, keterpurukkan dan lain-lain. Sehingga Bupati PLT Bpk. Drs. Marzuki Onmar pernah mengulas di Harian Singgalang dengan menyebut daerah Solok Selatan ini bagaikan Mutiara yang terpendam, bila digosok dengan keahlian tinggi, tak akan ternilai harganya. Tapi bila digosok tidak dengan ilmunya (tidak ahli) maka tunggulah kehancuran dan tidak akan ada nilainya.

Namun dari Nama SOLOK SELATAN kami rasa masih ada nilai rasa, dan ingatan orang dengan Kabupaten Solok, bahkan sering orang salah sebut, maksudnya Solok Selatan, disebutnya Kabupaten Solok saja. Hal ini memang sepele, tapi akan menjadi preseden tidak baik bagi pertumbuhan Kabupaten baru ini, kemandiriannya akan selalu dipengaruhi oleh Kabupaten Induk (d/h SOLOK). Jadi sebaiknya perlu ada pemikiran untuk merubah / mengganti nama Solok Selatan dengan sebutan lain yang lebih spesifik sesuai dengan asal usulnya / sejarahnya, seperti Kabupaten Darmasraya. Bagaimana kalau Surambi Minangkabau, atau Surambi Alam, tentu lebih gampang diingat dan mempunyai nilai sejarah, dan kultur budaya. Semoga terujud hendaknya, Amin.

Untuk itu marilah kita sama – sama seiring sejalan menuju cita-cita luhur para pejuang untuk mewujudkan kemandirian di Solok Selatan dengan mengoptimalkan SDA dan SDM yang kita miliki, bak kato pepatah lama,

“Ka hilia sa rangkuah dayuang, kamudiak sa hantak galah,

kabukik samo mandaki, kalurah samo manurun,

sa ketek samo dibagi, banyak samo dimakan,

sa ciok bak ayam sa danciang bak basi,

sa hino sa malu, sa sakik sa sanang,

sa raso sa pareso, sa adat sa limbago,

sa rantau sa surambi”

Jakarta,, 07 Januari 2010

Ir. Gamal Yusaf, Sutan Batuah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s